Tampilkan postingan dengan label heri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label heri. Tampilkan semua postingan

Rabu, 25 Januari 2012

HUKUM VONIS 5 TAHUN UNTUK REMAJA 15 TAHUN PENCURI SANDAL, ADIL BANGET YACH...

OLEH: HERI PURWANTO
    Satu kata yang langsung terbersit dalam hati nurani, miris yach.. itulah hal yang langsung terbersit ketika mendengar kabar dari sebuah media elektronik yang memberitakan vonis 5 tahun untuk remaja di bawah umur atas tindakan pencurian sandal seorang briptu.
    Keadilan memang sudah selayaknya ditegakan atas kasus ini. Namun kayaknya slogan pantas yang selama ini tersemat untuk penegakan hukum kita sepertinya semakin kuat. Yach.. bagaikan sebuah mata pisau.. hukum kita seakan-akan sangat tajam kebawah, dan sangat tumpul ke atas.
    Belum habis dalam ingatan kita bagaimana hukum kita begitu bersemangat dalam menjatuhkan vonis untuk seorang nenek tua yang “mengambil” mangga tetangganya, hukum kita begitu “sumringah” saat menjatuhkan vonis bagi seorang tua yang mungkin meminjam sebentar tanpa pamit buah pisang yang hanya seberapa jumlahnya. Kini palu hakim kita “begitu keras” terdengar tatkala menjatuhkan vonis bagi seorang turaga yang mungkin “iseng” mengambil sepasang sandal.
    Namun sungguh miris ketika melihat fenomena “lemahnya” palu hakim tatkala baru akan memutuskan kasus-kasus besar, seperti korupsi gayus, kasus century, kasus BI yang sampai saat ini belum terdengar lagi gaungnya...

Rabu, 04 Januari 2012

Sahabat remaja: sebuah permulaan yang indah



Heri Purwanto (Semester 5)
Sahabat remaja pasti setuju dengan sebuah ungkapan ,

”Permulaan yang baik akan banyak menentukan keberhasilan kita
dalam meraih suatu hal.”

Begitu juga dengan pembentukan kepribadian seorang remaja. Kita pasti tahu, jika masa remaja merupakan sebuah periode ”emas” peralihan dari masa anak-anak ke masa dewasa.Bisa dikatakan, bahwa masa remaja merupakan sebuah awal. Awal dari sebuah kehidupan sebenarnya,mengingat masa setelah remaja adalah masa ”pasti datang”dewasa yang penuh dengan tanggung jawab.

Untuk mengarungi ”lautan kehidupan”, diperlukan 'jika tidak mau dikatakan mutlak'sebuah kepribadian yang matang , tangguh , serta berwawasan laksana seorang pelaut yang mengarungi samudra.Seorang pelaut yang ”lembek” tidak akan mungkin ”jika tidak mau dibilang mustahil” akan mampu survive ditengah kerasnya kehidupan lautan.Begitu juga dalam hidup ini, kerasnya kehidupan tidak akan mungkin dilalui seseorang dengan mental dan kepribadian yang lemah. Tapi kerasnya kehidupan mesti dihadapi dengan kepribadian yang matang. Dan kepribadian yang matang serta mumpuni dari seorang manusia hanya akan bisa didapatkan dari seseorang yang benar-benar mempersiapkan diri pada masa remaja mereka.Dan .....untuk mendapatkan generasi muda yang bekompeten ,mempunyai wawasan, dan berkepribadian kuat dibutuhkan sebuah sarana .Lalu apa sarana itu ?

Tak dapat dipungkiri lagi jika sarana pembentukan kepribadian itu adalah pendidikan, dalam makna sempit atau luas, baik formal maupun nonformal.

Masalahnya..............pendidikan seperti apa yang dapat mempersiapkan seorang remaja menjadi manusia-manusia yang kita harapkan?. Wah......................serius banget yach?Memang. maka dari itu, mari kita sedikit share mengenai pendidikan yang kita dapatkan.Mulai serius yach.............

Pendidikan secara umum diawali dari sebuah keluarga, dalam hal ini orang tua bertanggung jawab terhadap kelanjutan pendidikan anak-anak mereka.Pengaruh yang diterima anak waktu kecil sangat menentukan kehidupan mereka dikemudian hari.Apa yang mereka lihat,dengar,dan mereka rasakan waktu kecil masih terjalin ke dalam kehidupan pribadi mereka.
Pendidikan melalui jalur sekolah formal (dalam hal ini sekolah) memang menunjang pembentukan tingkah laku,kecakapan, maupun keterampilan.Tetapi, pada umumnya sekolah hanya memberikan pengetahuan secara teoritis sehingga teori yang diperoleh kurang mendapatkan pengawasan guru untuk mempraktikannya.Pengetahuan secara teoritis tidak menjamin dapat mewujudkan pembentuka tingkah laku.Seorang pakar pendidikan barat,Elizabeth B.Hurlack mengatakan, ”Pengetahuan tentang moral tidak menjamin terwujudnya tingkah laku moral karena tingkah laku dimotivasi oleh faktor-faktor lain dari ilmu pengetahuan.Tekanan sosial yang membuat anak merasa tenang adalah mereka diperlakukan oleh keluarganya secara baik dan penuh kasih sayang.
Masa remaja adalah masa peralihan dari masa anak-anak menuju masa depan dewasa yang ditandai dengan berbagai perubahan yang dimulai dari perubahan fisik, mental, maupun sosial.Biasanya diawali dari masa puber (manusia saat itu memasuki kematangan seksual,yang pada umumnya ditandai dengan haid pada perempuan dan mimpi basah pada laki-laki) hingga memasuki usia 18-21 tahun dan menyebabkan kelabilan kepribadian.Anehnya, pada masa inilah mereka terbentuk menjadi manusia-manusia berperangai hewan yang beranipacaran, tawuran, main judi, merokok, mengkonsumsi narkoba,minum-minuman keras, dan yang paling membahayakan adalah penyimpangan seksual dikalangan remaja.Mereka enggan taat kepada Allah SWT dan semua itu terjadi karena jajahan jahiliyah dengan bentuk penjajahan nonfisik karena pengaruh budaya baratyang semakin gencar menembus kamar-kamar disetiap rumah baik melalui media cetak maupun elektronik.
Jadi,,,,,,,,,,,, bagaimana cara menyikapinya?Sebuah pertanyaan besar.So..........Let’s join to share, and be the creative young generation!


Selasa, 27 Desember 2011

Mencoba belajar dari Ikan


Oleh: Heri Purwanto

“Ikan yang mati akan menjadi asin jika dimasukkan kedalam air yang asin, tapi ikan yang bernyawatidak akanmenjadi asin dan bertahan lama.”
Begitu juga dengan kepribadian remaja.Seorang remaja dengan kepribadian matang yang didasari dengan keimanan akan dapat bertahan hidup dalam lingkungan pergaulan dimanapun
dia ada.Bukan hanya itu, dengan kepribadian matang yang didasari iman,seorang remaja juga akan exsist bahkan dapat membawa sebuah perubahan dilingkungan mereka bergaul.
Kita tentu miris jika mendengar atau melihat kabar yang diberitakan oleh berbagai media baik cetak maupun elektronik tentang kondisi sebagian sahabat remaja kita.Di salah satu media elektronik memberitakan tentang aksi tawuran 2 kelompok pelajar dari sekolah yang berbeda hanya karena masalah yang menurut kita sepele.Dari media yang lain kita juga serimg mendengar kabar yang mencengangkan tentang pesta minum-minuman keras yang dilakukan sahabat remaja kita.Bahkan yang lebih memprihatinkan adalah sahabat kita yang notabene seharusnya dapat menjadi panutan sahabat remaja yang lain justru terjerumus menggunakan "narkoba"

Dalam benak kita pasti bertanya,apa yang sudah kita lakukan sekarang ini sebagai persiapan untuk menyambut tantangan masa depan, jika sekarang kita terjebak dalam aktifitas yang sia-sia seperti tawuran.Pernahkah kita membayangkan apa jadinya kita dimasa yang akan datang, jika sekarang kita disibukkan dengan kegiatan yang negatif seperti mabuk-mabukan.Atau pernahkah kita berani memberikan jawaban atas pertanyaan ,apa yang dapat kita berikan kepada bangsa, negara, orang tua, dan agama kita jika sahabat remaja sekarang terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba?
Jika begitu masalahnya,bagaimana sahabat remaja menanggapi masalah ini?semua ada ditangan sahabat remaja.kita tunggu sharing sahabat remaja selanjutnya....