Amar Bramantiyo
Memilih ataupun tidak memilih, memang merupakan hak seseorang yang tidak bisa dipaksakan. Tapi ada baiknya kalau sebelum menggunakan hak tersebut kita mengerti apa konsekuensi yang timbul dari keputusan tersebut.
jika anda memilih untuk menjadi bagian dari golongan putih (Golput), yang tidak menggunakan hak suara, karena tidak terdaftar di DPT atau sedang dalam kondisi yang tidak memungkinkan untuk memilih, maka itu menurut saya memang sudah takdir, bahwa hak anda dikebiri oleh birokrat yang mendata orang yang daftar pemilh tetap. yaitu KPU dan penyedia data kependudukan yaitu pemda terkait.
Namun jika anda tidak memilih karena tidak ada yang anda percayai untuk menjadi pemimpin anda dalam pemilu baik itu pemilu nasional maupun pemilukada, maka tetap saja salah satu dari mereka akan menjadi pemimpin, dengan atau tanpa suara anda. karena suara golput tidak dihitung dalam menentukan seseorang naik atau tidak menjadi anggota dewan.
Ekstrimnya kalau saja hanya ada 10% rakyat indonesia yang memilih, maka tetap saja semua kursi di legislatif itu akan terisi semua, presiden akan terpilih, dan gubernur atau bupati akan tetap menduduki posisinya. Kalau sudah begitu entah bagaimana kualitasnya, maka siap2 saja dalam 5 tahun ke depan anda akan lebih banyak mendengar kasus kasus memuakkan dari anggota pemimpin kita.
Selain itu tidak memilih berarti memudahkan orang untuk menjadi pemimpin termasuk pemimpin yang korup. Bisa disimulasikan seperti ini, jika dalam satu wilayah yang memiliki hak pilih 1 juta orang, dan akan diadakan pemilukada untuk memilih bupati. Maka yang dibutuhkan untuk seorang calon untuk memenangkan pemilihan maksimal adalah 500.001 orang, namun jika yang golput mencapai 50 % maka yang terjadi adalah untuk menang hanya butuh maksimal 250.001 orang pemilih. Belum lagi kalau calonnya ada banyak. kemungkinan dengan 200.000 suara saja sudah cukup seorang calon bupati memenangkan pemilukada.
Hal ini tentunya akan mengakibatkan para calon korup bisa lebih mudah melakukan money politik, dengan menyebar uang 5 miliar (25 ribu Tiap orang) yang entah dari mana asalnya. Maka ia dengan mudah bisa mendapatkan suara dari 200 ribu pemilih dan memenangkan pemilukada
Hal ini berarti setiap orang yang tidak memilih bukannya tidak memberikan suara, sebenarnya ia juga memberikan 1 suara yang semakin memudahkan para calon untuk menang. bagi seorang calon yang korup justru suara abstain hanya semakin menguntungkan dan memudahkan ia untuk menang.
tapi bagaimanapun juga hak andalah untuk memilih siapapun, ataupun tidak memilih. Walaupun tentu ada baiknya anda mempertimbangkan dengan sangat hati-hati untuk menjadi golongan putih, karena setiap pilihan punya konsekuensi, termasuk pilihan untuk tidak memiilh. Dengan memilih menjadi bagian dari golongan putih maka negeri ini akan kehilangan satu suara yang peduli. dan para calon yang korup akan mendapatkan tambahan satu suara dari suara abstain anda.
selamat memilih.
Tampilkan postingan dengan label amar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label amar. Tampilkan semua postingan
Jumat, 27 Januari 2012
Mereka berkata tentang cinta
Amar Bramantiyo
Dalam Suatu Dialog Imajiner, dikisahkan, para penyair berlomba mendefinisikan dan mengomentari kata yang berulangkali mengguncang dunia itu, baik dengan keindahannya maupun dengan kehancuran yang ditimbulkannya yaitu, Cinta :
Rumi berkata “tidak mungkin ada cinta tumbuh di hati seseorang kecuali ia bersemi pula di hati orang yang dicintainya, sebab cinta ibarat sayap yang akan membawa manusia terbang tinggi meninggalkan sempitnya kaki dunia, sedang sayap tidak akan bisa tumbuh hanya di satu sisi tanpa tumbuh di sisi yang lainnya “
Ia melanjutkan “ Jika seorang manusia befikir bahwa cinta yang dimilikinya akan bertahan selamanya, maka ia akan kehilangan cinta itu tanpa pernah menyadarinya, sedang mereka yang menganggap cinta mereka tidak bisa bertahan selamanya dan terus berusaha menjaganya, cinta tiba2 saja melekat dan sulit dihalau dari dalam jiwa mereka,”
----------------------------------
Kahlil pun berkomentar, “ bukan itu, Jangan kaukira cinta datang dari keakraban yang lama dan pendekatan yang tekun. Cinta adalah kesesuaian jiwa dan jika itu tak pernah ada, cinta tak akan pernah tercipta dalam hitungan tahun bahkan abad “
“ maka Ketika ia bertutur kepadamu, maka percayalah padanya Walaupun suaranya akan memporak-porandakan mimpi-mimpimulaksana angin utara yang meluluh-lantakkan tetanaman.”
“ Namun apabila cinta tidak bertemu bebaskan dirimu, biarkan hatimu kembalike alam bebas lagi. kau mungkin menyadari, bahwa kamu menemukan cinta dan kehilangannya, tapi ketika cinta itu mati kamu tidak perlu mati bersama cinta itu “
---------------------------------
Gandhi pun tidak ketinggalan, ia menambahkan “ bagiku cinta itu tidak pernah meminta, ia akan sentiasa memberi, cinta memang membawa penderitaan, tetapi tidak pernah mendendam, tidak mengenal membalas dendam. karena di mana ada cinta di situ ada kehidupan; sedang benci hanya membawa kepada kemusnahan.”
“ Itulah kenapa cinta adalah kekuatan terbesar yang dunia miliki, juga yang paling sederhana untuk dibayangkan.”
----------------------------------
iqbal akhirnya menutup dialog imajiner itu dengan berkata :
“ Aku ragu ada dan tiadaku, namun cinta mengatakan bahwa aku ada, maka aku menjadi yakin. “
Dalam Suatu Dialog Imajiner, dikisahkan, para penyair berlomba mendefinisikan dan mengomentari kata yang berulangkali mengguncang dunia itu, baik dengan keindahannya maupun dengan kehancuran yang ditimbulkannya yaitu, Cinta :
Rumi berkata “tidak mungkin ada cinta tumbuh di hati seseorang kecuali ia bersemi pula di hati orang yang dicintainya, sebab cinta ibarat sayap yang akan membawa manusia terbang tinggi meninggalkan sempitnya kaki dunia, sedang sayap tidak akan bisa tumbuh hanya di satu sisi tanpa tumbuh di sisi yang lainnya “
Ia melanjutkan “ Jika seorang manusia befikir bahwa cinta yang dimilikinya akan bertahan selamanya, maka ia akan kehilangan cinta itu tanpa pernah menyadarinya, sedang mereka yang menganggap cinta mereka tidak bisa bertahan selamanya dan terus berusaha menjaganya, cinta tiba2 saja melekat dan sulit dihalau dari dalam jiwa mereka,”
----------------------------------
Kahlil pun berkomentar, “ bukan itu, Jangan kaukira cinta datang dari keakraban yang lama dan pendekatan yang tekun. Cinta adalah kesesuaian jiwa dan jika itu tak pernah ada, cinta tak akan pernah tercipta dalam hitungan tahun bahkan abad “
“ maka Ketika ia bertutur kepadamu, maka percayalah padanya Walaupun suaranya akan memporak-porandakan mimpi-mimpimulaksana angin utara yang meluluh-lantakkan tetanaman.”
“ Namun apabila cinta tidak bertemu bebaskan dirimu, biarkan hatimu kembalike alam bebas lagi. kau mungkin menyadari, bahwa kamu menemukan cinta dan kehilangannya, tapi ketika cinta itu mati kamu tidak perlu mati bersama cinta itu “
---------------------------------
Gandhi pun tidak ketinggalan, ia menambahkan “ bagiku cinta itu tidak pernah meminta, ia akan sentiasa memberi, cinta memang membawa penderitaan, tetapi tidak pernah mendendam, tidak mengenal membalas dendam. karena di mana ada cinta di situ ada kehidupan; sedang benci hanya membawa kepada kemusnahan.”
“ Itulah kenapa cinta adalah kekuatan terbesar yang dunia miliki, juga yang paling sederhana untuk dibayangkan.”
----------------------------------
iqbal akhirnya menutup dialog imajiner itu dengan berkata :
“ Aku ragu ada dan tiadaku, namun cinta mengatakan bahwa aku ada, maka aku menjadi yakin. “
Rabu, 04 Januari 2012
Ksatria berkuda..
Amar Bramantiyo
Wajahnya boleh dibilang rupawan, badannya gagah berwibawa, suaranya lantang mempesona. Keberanianya pun tidak perlu diragukan, entah sudah berapa banyak 'pengkhianat negara' yang dibereskan tanpa kata dan berita.
Hari hari ini aku akrab melihat wajahnya ditelevisi.. Suaranya yg lantang bersemangat begitu meyakinkan. Setelah sempat bertahun2 berkelana ke salah satu negeri 1001 malam, pulang semenit sebelum pesta tiba. Lalu seperti biasa lagi lagi hilang seperti para ksatria gagah lainny, sampai akhirny kini dia kembali lagi dengan gelar baru, mereka menjulukinya sang ksatria berkuda !
Ada hal yang aneh tapi mungkin juga tidak berarti apa2. Sang kesatria berkuda menjadi begitu sering berkelana mengunjungi sawah sawah, pasar pasar tradisional, bahkan sampah2 bau busuk pun tanpa ragu dia terjang demi sesuatu yg disebut keadilan, kerakyatan.
Ada orang yg berkata, kemana dia 2 tahun lalu dimana dia 2 tahun lalu, enak saja 3 tahun menghilang tanpa kabar, dia pulang serta merta dg membawa gunung emas. Dan tiba2 berbicara ttg receh yg ada di bwh bantal para pemulung padahal secuil dr gunung emasnya sudah bs memberikan perubahan kpd mereka. Kenapa hrs menunggu sekian lama ?
Aku bilang ke orang itu, seperti yg dikatakan para politisi hebat itu di layar kaca : diam saja kau ! rakyat kecil seperti kita tidak perlu mempertanyakan hal2 seperti itu, kita gak perlu mengerti. Pokoknya kita cukup percaya saja sama apa yg mereka katakan. Demi kebaikan kita. Lagi pula katanya kita hrs berkuasa dulu supaya bs melakukan perubahan, kita harus kaya supaya tidak korupsi.
Sore itu setelah berjam2 berpanas ria tersengat terikny matahari, terserang harumny sampah2 yg menumpuk. Sang kesatria berkuda pulang dengan kuda besi menuju kediamannya.. Sebuah istana dg halaman berhektar2. Ketika memasuki istananya sang pelayan menyambutnya dan berkata, tuanku.. Air hangat sudah hamba siapkan di batthub, baju baru jg sudah ada, yg ini dibuang saja... Kemudian makan malam sudah disiapkan rendang dan opor ayam, juga sop iga. kalau ada lg yg tuan butuhkan silahkan panggil saya.
Ketika malam tiba sang ksatria terlihat keluar menuju suatu tempat di halamany rmhny yg luas.. Dia mengenakan jubah kebesaran berwarna merah, pedang mengkilat berwarna putih serta sebuah perisai dng simbol garuda di tengahnya.. Ternyata dia memasuki sebuah bangunan yg didalamnya byk terdapat kuda, ya kuda berkaki empat yg bisa meringkik. Jumlahnya tidak satu, dua atau tiga tapi puluhan! Dengan cepat di memilih satu diantaranya dan dengan begitu gagah menaikinya..
Luar biasa, betul - betul luar biasa, tidak heran mereka menjulukinya sang kesatria berkuda.
----------------------------
Jujur saja ini tulisan lama, tapi karena temanya agak absurd, dan saya bingung seperti apa, jadi saya kirim ini.
Wajahnya boleh dibilang rupawan, badannya gagah berwibawa, suaranya lantang mempesona. Keberanianya pun tidak perlu diragukan, entah sudah berapa banyak 'pengkhianat negara' yang dibereskan tanpa kata dan berita.
Hari hari ini aku akrab melihat wajahnya ditelevisi.. Suaranya yg lantang bersemangat begitu meyakinkan. Setelah sempat bertahun2 berkelana ke salah satu negeri 1001 malam, pulang semenit sebelum pesta tiba. Lalu seperti biasa lagi lagi hilang seperti para ksatria gagah lainny, sampai akhirny kini dia kembali lagi dengan gelar baru, mereka menjulukinya sang ksatria berkuda !
Ada hal yang aneh tapi mungkin juga tidak berarti apa2. Sang kesatria berkuda menjadi begitu sering berkelana mengunjungi sawah sawah, pasar pasar tradisional, bahkan sampah2 bau busuk pun tanpa ragu dia terjang demi sesuatu yg disebut keadilan, kerakyatan.
Ada orang yg berkata, kemana dia 2 tahun lalu dimana dia 2 tahun lalu, enak saja 3 tahun menghilang tanpa kabar, dia pulang serta merta dg membawa gunung emas. Dan tiba2 berbicara ttg receh yg ada di bwh bantal para pemulung padahal secuil dr gunung emasnya sudah bs memberikan perubahan kpd mereka. Kenapa hrs menunggu sekian lama ?
Aku bilang ke orang itu, seperti yg dikatakan para politisi hebat itu di layar kaca : diam saja kau ! rakyat kecil seperti kita tidak perlu mempertanyakan hal2 seperti itu, kita gak perlu mengerti. Pokoknya kita cukup percaya saja sama apa yg mereka katakan. Demi kebaikan kita. Lagi pula katanya kita hrs berkuasa dulu supaya bs melakukan perubahan, kita harus kaya supaya tidak korupsi.
Sore itu setelah berjam2 berpanas ria tersengat terikny matahari, terserang harumny sampah2 yg menumpuk. Sang kesatria berkuda pulang dengan kuda besi menuju kediamannya.. Sebuah istana dg halaman berhektar2. Ketika memasuki istananya sang pelayan menyambutnya dan berkata, tuanku.. Air hangat sudah hamba siapkan di batthub, baju baru jg sudah ada, yg ini dibuang saja... Kemudian makan malam sudah disiapkan rendang dan opor ayam, juga sop iga. kalau ada lg yg tuan butuhkan silahkan panggil saya.
Ketika malam tiba sang ksatria terlihat keluar menuju suatu tempat di halamany rmhny yg luas.. Dia mengenakan jubah kebesaran berwarna merah, pedang mengkilat berwarna putih serta sebuah perisai dng simbol garuda di tengahnya.. Ternyata dia memasuki sebuah bangunan yg didalamnya byk terdapat kuda, ya kuda berkaki empat yg bisa meringkik. Jumlahnya tidak satu, dua atau tiga tapi puluhan! Dengan cepat di memilih satu diantaranya dan dengan begitu gagah menaikinya..
Luar biasa, betul - betul luar biasa, tidak heran mereka menjulukinya sang kesatria berkuda.
----------------------------
Jujur saja ini tulisan lama, tapi karena temanya agak absurd, dan saya bingung seperti apa, jadi saya kirim ini.
Langganan:
Postingan (Atom)